Tuesday, March 06, 2007

Lessons of life

Beberapa bulan ini, gue seperti naek roller coaster of life. Perasaan, mood, semangat, dan kehidupan sehari-hari dicampur aduk seperti layaknya di blender. Selain itu, orang-orang di sekitar gue juga entah kenapa juga seperti ada di blender. Mengalami berbagai kesulitan hidup, yang berasal dari hal-hal yang simpel, hingga hal-hal yang rumit sekali.

Semua perasaan dari kehilangan cinta, jatuh cinta, dikhianati, pencapaian impian, kehilangan harta benda, frustasi, optimisme, pesimisme, semangat kerja, dan lain lain. Itu semua gue atau temen gue alami sendiri. Semua itu, tujuannya sih jelas, untuk mengajari gue dan temen-temen gue tentang kehidupan ini. Lessons of life.

Sebenernya, semua itu, kalo mau dibuat simpel, hanya (lagi-lagi) berkutat pada 3 hal: wanita, harta, dan tahta. Sedangkan jawaban dari semua permasalahan pun hanya 3: sabar, ikhlas dan tawakal. Keterikatan kita pada 3 hal ini, dan ketidak-relaan untuk menjalankan 3 jawaban, yang membuat kehidupan kita ini menjadi amat sangat rumit. Ujung-ujungnya, tetep aja, berujung pada desain awal manusia yang diberikan 3 hal juga: hati nurani, hawa nafsu (ego) dan Ruh. Semua cobaan yang kita alami, ujung-ujungnya, selalu berkutat pada 3 hal itu.

Pilar-pilar kebahagiaan, yang terlihat amat kokoh, sebenernya amat mudah untuk digoyahkan. Tinggal diambil aja salah satu keterikatan kita ini, dapat dipastikan kebahagiaan itu akan hilang gitu aja. Lalu kesedihan dan kesengsaraan yang terasa. Padahal, sebelumnya pun, kita tidak memilikinya. Kita itu hanya dipinjamkan.

Hingga sekarang pun, gue masih berusaha melupakan seseorang yang tidak bisa gue miliki karena alasan yang diluar kontrol gue. Karena gue ngak bisa miliki dia, hingga kapanpun, gue hanya bisa menyayangi dia dari jauh. Memberikan kesempatan bagi orang yang memang bisa menjaga dia lebih baik daripada gue sendiri. Sakitnya masih terasa jelas. Tapi, mau bilang apa lagi. Ngikutin perasaan sih, gue pengen.... tapi kita pun harus realistis.

Speaking of realistic, beberapa bulan ini, gue juga belajar untuk kembali melihat realitas dunia ini. Bagaimana idealisme dan romantisme sering tidak bisa bertemu atau mengalahkan keadaan nyata dunia ini. Memang, ketika tangan-tangan Tuhan sudah terasa ikut bermain, semua romantisme dan idealisme bisa dengan jelas terlihat. Gue sendiri termasuk orang-orang yang percaya akan idealisme dan romantisme itu. Oleh karena itu, amat sakit ketika melihat ada orang-orang yang terlihat terjatuh dalam kesulitan-kesulitan hidup dikarenakan kepercayaanya pada idealisme dan romantisme.

Akan tetapi, lagi-lagi, itulah kehidupan real. Kehidupan yang perlu uang untuk makan, susu, sekolah, dan lain-lain. Kehidupan yang penuh dengan orang-orang munafik (tanpa bermaksud mengatakan kalau gue sendiri ngak munafik). Kehidupan yang juga ada pembunuh, penipu, dan maling. Penegak hukum yang justru menjadi manusia yang suka mempermainkan hukum itu sendiri. Manusia-manusia bermuka dua, oportunis, dan egois. Kehidupan yang nyata-nyata memperlihatkan keburukan sifat-sifat manusia. Lagi-lagi, tanpa mengatakan bahwa gue sendiri terlepas dari sifat-sifat itu.

Lalu, apakah manusia memang seburuk itukah?
Ataukah itu hanya akibat dari pendidikan dan pengalaman hidup manusia-manusia tersebut? Sehingga, dalam semangat bertahan hidup atau hanya kehidupan itu yang dia ketahui, manusia-manusia ini menjadi manusia yang tidak lagi mempunyai muka yang manis.

Entah lah...
Gue sekarang ini sedang berusaha untuk tidak terlalu memikirkan terlalu dalam apa-kenapa-siapa sesuatu itu perlu terjadi. Gue sekarang ini hanya berusaha menjalani kehidupan ini. Mungkin terlihat tidak ada ambisi. Biarkanlah. Hanya gue sendiri dan Gusti yang tahu apa yang bener-bener berputar di kepala gue ini. I dont really care about what people think about me anymore. I DO care what my friends think about me. They are my angels. They are the people who slap me in the face to face the reality of life. So that i could learn.

-------
catatan tambahan aja:
Salah satu temen gue, right at this moment lagi dicoba dengan sakitnya yang agak sulit disembuhkan, ditambah orang tuanya (ayah) yang ikut menjadi penumpang pesawat garuda yang kecelakaan hari ini.
Alhamdulillah ayahnya selamat dengan cedera yang keliatannya ringan.

Kebahagiaan, kesedihan, pelajaran hidup.....

0 Comments:

Post a Comment

<< Home